02 Apr 2012
Deddy Edward TanjungPosted under Peluang Usaha
Bapak/Ibu/Saudaraku pelaku UMKM dimanapun berada.
PKBL Pertamina Rp. 1 Triliun. Jumlah dana yg cukup banyak untuk dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha. Silahkan hubungi Pertamina dan BUMN yang terdekat bagian PKBL untuk memperoleh info lebih lanjut.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — PT Pertamina mengucurkan dana program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) sebesar Rp 1 triliun. Dana tersebut digelontorkan BUMN itu untuk membangun usaha kecil di Tanah Air
”Program PKBL Pertamina ini diambil dari keuntungan bersih perusahaannya,” kata Presiden Komisaris Pertamina, Sugiharto dalam Agrinex Expo 2012, Sabtu (31/3). Untuk program binaan, Pertamina mengkhususkan diri membangun usaha dengan nilai Rp 200 juta.
Sedangkan untuk bina lingkungan, perusahaan plat merah itu fokus membangun usaha kecil di bawah Rp 200 juta. “Kami harap dengan ini akan semakin banyak usaha kecil dan mikro yang bisa berkembang,” ujarnya.
PKBL sebagian besar bergerak dalam bidang agribisnis. Pasalnya, mayoritas penduduk Indonesia, 70 persennya bekerja di bidang pertanian. Bukan hanya sektor hulu tapi juga sektor hilir.
Program ini merupakan program wajib bagi perusahaan BUMN. Tahun ini ada sekitar 14 triliun untuk seluruh BUMN. Mitra binaan yang saat ini dibantu oleh Pertamina melalui program PKBL berjumlah 46.717 usaha kecil.
Wassalam
09 Jan 2012
Deddy Edward TanjungPosted under Peluang Usaha
Bapak/Ibu/Saudaraku Pelaku UMKM
Bagi Bapak/Ibu yang memiliki putra putri dan ingin berkarir di Bank Indonesia, silahkan memanfaatkan peluang seleksi penerimaan calon pegawai pada Bank Indonesia.
Dalam rangka pemenuhan kebutuhan SDM setingkat Staf, Bank Indonesia melakukan seleksi penerimaan calon pegawai setingkat Staf melalui dua jalur penerimaan sebagai berikut :
|
JALUR
|
KODE |
PERSYARATAN PENDIDIKAN |
PERIODE REGISTRASI |
| Pendidikan Calon Pegawai Muda (PCPM) |
PCPM |
Minimal S1 |
9 – 13 Januari 2012 |
| Multi Level Entry |
MLE |
Minimal S1/S2 |
9– 15 Januari 2012 |
Informasi ini telah ditayangkan di website BI pada menu Tentang BI -> BI & Publik.Pengumuman seleksi penerimaan tersebut telah dipublikasikan pula melalui surat kabar nasional (Kompas) dan surat kabar daerah (Pikiran Rakyat, Suara Merdeka, Jawa Pos, Bali Pos, Fajar, Banjarmasin Post, Sriwijaya Post, Padang Ekspres, dan Analisa) pada tanggal 9 Januari 2012.
Informasi lengkap dan registrasi on-line dapat dilakukan:
www.ppm-rekrutmen.com/bank_indonesia.
Semoga bermanfaat
08 Jan 2012
Deddy Edward TanjungPosted under Industri Keuangan, Kredit 2012, Rencana Bisnis
Bapak Ibu Saudaraku Pelaku UMKM
Perkembangan net ekspansi kredit UMKM merupakan pertumbuhan kredit dari posisi Desember 2010 dan posisi Oktober 2011 (berdasarkan definisi kredit UMKM yang disesuaikan dengan UU No.20/2008). Realisasi (net ekspansi) kredit UMKM sampai dengan bulan Oktober 2011 mencapai 66,8 triliyun atau 52,1% dari RBB (Rencana Bisnis Bank) tahun 2011 (Rp.128,1 triliun). Sedangkan realisasi (net ekspansi) kredit UMKM terhadap total kredit perbankan s/d Oktober 2011 mencapai 19,0%.
Artinya, realisasi net ekspansi kredit kepada pelaku UMKM baru seperlima dari realisasi kredit perbankan hingga Oktober 2011. Hal ini masih sangat kecil apabila dikaitkan dengan niat besar perbankan menyalurkan kredit kepada UMKM.

Realiasi net ekspansi kredit 19% didasari perhitungan menurut ketentuan UU UMKM No.20/2008. Namun jika berpedoman kepada perhitungan perbankan sebelumnya berdasarkan flapond jumlahnya meningkat menjadi 191,3 triliun atau 54,5% dari total kredit perbankan. Perhitungan ini tidak riil karena tidak sesuai dengan kriteria UU UMKM N0.20/2008.
Kenyataan ini menjadi PR besar di tahun 2012. Jika ingin bersungguh mengembangkan usaha UMKM, perbankan harus lebih serius memberikan pembiayaan kepada UMKM, yang menjadi soko guru Indonesia selama ini.
Realiasi net ekspansi kredit di tahun 2012, idealnya mencapai 100% dari RBB (rencana bisnis bank) bahkan, kalau perlu melebihi RBB. Demikian juga terhadap total kredit perbankan, di tahun 2012 bisa mencapai lebih dari 35%. Semoga
Wassalam
28 Nov 2011
Deddy Edward TanjungPosted under Peluang Usaha, Rencana Bisnis
Google Gandeng IKM Indonesia
21 Nov 2011,
Ekonomi,
Republika
Ichsan Emrald Alamsyah
JAKARTA – Perusahaan online internasional Google Inc menyatakan minatnya untuk menggandeng Industri Kecil Menengah (IKM) Indonesia agar produk asal Indonesia lebih dikenal masyarakat dunia. Google berencana memberikan pelatihan pembuatan website bagi IKM Indonesia.
“Saya bertemu Mike Orgill, government relations officer for Southeast Asia, dan dia menawarkan kerja samanya,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Euis Saedah, di Gedung Kemenperin, akhir pekan lalu.
Menurut Euis, saat itu pihak Google menyatakan siap membantu berbagai hal yang bisa mendorong IKM Indonesia bisa berkembang di jagat maya. Salah satunya ialah pelatihan pembuatan u bagi IKM. “Jadi, kalau dibuat website Jual pisang Goreng, di mesin pencarian Google akan ada di nomor paling atas,” ujar Euis. Cuma, dalam menyusun program ini. tak semua IKM bisa diberikan pelatihan website.
Kemenperin terpaksa menyeleksi IKM, khususnya
IKM-IKM yang telah mampu menyediakan produk berkualitas. Sebab, bila IKM belum kuat, dikhawatirkan akan kesulitan bila mendapatkan order dalam jumlah besar.
Langkah berikut Kemenperin, kata dia, adalah bertemu dengan berbagai asosiasi, misalnya asosiasi pengusaha dan perancang mode, asosiasi industri musik, dan asosiasi kerajinan tangan. Ia akan memanggil asosiasi tersebut agar bisa mengajukan lima IKM yang dianggap mampu untuk go international
Lebih dan itu, Direktorat Jenderal IKM, tambahnya.juga akan membuat rating IKM agar IKM bisa mendapat fasilitas dari perbankan nasional. Selama ini, IKM selalu dianggap tak memiliki laporan keuangan yang benar (bankable) sehingga kalangan perbankan nasional pun memberikan bunga yang cukup besar kepada mereka.
Karena itu, pihaknya akan membuat klasifikasi khusus agar IKM bisa mendapat fasilitas kredit. Klasifikasinya, antara lain, omzet, ekspor-impor, kualitas produk, bahkan pendidikan. “Prasyarat itu berasal dari laporan keuangan,” jelasnya. ed zaky ai hamzah
Previous
Komentar Anda