Peluang Berkarir di Bank Indonesia

Bapak/Ibu/Saudaraku Pelaku UMKM

Bagi Bapak/Ibu yang memiliki putra putri dan ingin berkarir di Bank Indonesia, silahkan memanfaatkan peluang seleksi penerimaan calon pegawai pada Bank Indonesia.

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan SDM setingkat Staf, Bank Indonesia melakukan seleksi penerimaan calon pegawai setingkat Staf melalui dua jalur penerimaan sebagai berikut :

JALUR

KODE PERSYARATAN PENDIDIKAN PERIODE REGISTRASI
Pendidikan Calon Pegawai Muda (PCPM) PCPM Minimal S1 9 – 13 Januari 2012
Multi Level Entry MLE Minimal S1/S2 9– 15 Januari 2012

Informasi ini telah ditayangkan di website BI pada menu Tentang BI -> BI & Publik.Pengumuman seleksi penerimaan tersebut telah dipublikasikan pula melalui surat kabar nasional (Kompas) dan surat kabar daerah (Pikiran Rakyat, Suara Merdeka, Jawa Pos, Bali Pos, Fajar, Banjarmasin Post, Sriwijaya Post, Padang Ekspres, dan Analisa) pada tanggal 9 Januari 2012.

Informasi lengkap dan registrasi on-line dapat dilakukan:

www.ppm-rekrutmen.com/bank_indonesia.

Semoga bermanfaat

Share:
  • email
  • Facebook
  • PDF
  • Print
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Add to favorites
  • FriendFeed
  • Google Buzz
  • Live
  • Technorati
  • Yahoo! Buzz

Perkembangan Kredit UMKM 2011 Kecil, Baru 19 Persen

Bapak Ibu Saudaraku Pelaku UMKM

Perkembangan net ekspansi kredit UMKM merupakan pertumbuhan kredit dari posisi Desember 2010 dan posisi Oktober 2011 (berdasarkan definisi kredit UMKM yang disesuaikan dengan UU No.20/2008). Realisasi (net ekspansi) kredit UMKM sampai dengan bulan Oktober 2011 mencapai 66,8 triliyun atau 52,1% dari RBB (Rencana Bisnis Bank) tahun 2011 (Rp.128,1 triliun). Sedangkan realisasi (net ekspansi) kredit UMKM terhadap total kredit perbankan s/d Oktober 2011 mencapai 19,0%.

Artinya, realisasi net ekspansi kredit kepada pelaku UMKM baru seperlima dari realisasi kredit perbankan hingga Oktober 2011.  Hal ini masih sangat kecil apabila dikaitkan dengan niat besar perbankan menyalurkan kredit kepada UMKM.

Realiasi net ekspansi kredit 19% didasari perhitungan menurut ketentuan UU UMKM No.20/2008. Namun jika berpedoman kepada perhitungan perbankan sebelumnya berdasarkan flapond jumlahnya meningkat menjadi 191,3 triliun atau 54,5% dari total kredit perbankan.  Perhitungan ini tidak riil karena tidak sesuai dengan kriteria UU UMKM N0.20/2008.

Kenyataan ini menjadi PR besar di tahun 2012. Jika ingin bersungguh mengembangkan usaha UMKM, perbankan harus lebih serius memberikan pembiayaan kepada UMKM, yang menjadi soko guru Indonesia selama ini.

Realiasi net ekspansi kredit di tahun 2012, idealnya mencapai 100% dari RBB (rencana bisnis bank) bahkan, kalau perlu melebihi RBB. Demikian juga terhadap total kredit perbankan, di tahun 2012 bisa mencapai lebih dari 35%. Semoga

Wassalam

Share:
  • email
  • Facebook
  • PDF
  • Print
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Add to favorites
  • FriendFeed
  • Google Buzz
  • Live
  • Technorati
  • Yahoo! Buzz

Google Gandeng IKM Indonesia

Google Gandeng IKM Indonesia

21 Nov 2011, 

Ichsan Emrald Alamsyah

JAKARTA – Perusahaan online internasional Google Inc menyatakan minatnya untuk menggandeng Industri Kecil Menengah (IKM) Indonesia agar produk asal Indonesia lebih dikenal masyarakat dunia. Google berencana memberikan pelatihan pembuatan website bagi IKM Indonesia.

“Saya bertemu Mike Orgill, government relations officer for Southeast Asia, dan dia menawarkan kerja samanya,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Euis Saedah, di Gedung Kemenperin, akhir pekan lalu.

Menurut Euis, saat itu pihak Google menyatakan siap membantu berbagai hal yang bisa mendorong IKM Indonesia bisa berkembang di jagat maya. Salah satunya ialah pelatihan pembuatan u bagi IKM. “Jadi, kalau dibuat website Jual pisang Goreng, di mesin pencarian Google akan ada di nomor paling atas,” ujar Euis. Cuma, dalam menyusun program ini. tak semua IKM bisa diberikan pelatihan website.

Kemenperin terpaksa menyeleksi IKM, khususnya

IKM-IKM yang telah mampu menyediakan produk berkualitas. Sebab, bila IKM belum kuat, dikhawatirkan akan kesulitan bila mendapatkan order dalam jumlah besar.

Langkah berikut Kemenperin, kata dia, adalah bertemu dengan berbagai asosiasi, misalnya asosiasi pengusaha dan perancang mode, asosiasi industri musik, dan asosiasi kerajinan tangan. Ia akan memanggil asosiasi tersebut agar bisa mengajukan lima IKM yang dianggap mampu untuk go international

Lebih dan itu, Direktorat Jenderal IKM, tambahnya.juga akan membuat rating IKM agar IKM bisa mendapat fasilitas dari perbankan nasional. Selama ini, IKM selalu dianggap tak memiliki laporan keuangan yang benar (bankable) sehingga kalangan perbankan nasional pun memberikan bunga yang cukup besar kepada mereka.

Karena itu, pihaknya akan membuat klasifikasi khusus agar IKM bisa mendapat fasilitas kredit. Klasifikasinya, antara lain, omzet, ekspor-impor, kualitas produk, bahkan pendidikan. “Prasyarat itu berasal dari laporan keuangan,” jelasnya. ed zaky ai hamzah

Share:
  • email
  • Facebook
  • PDF
  • Print
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Add to favorites
  • FriendFeed
  • Google Buzz
  • Live
  • Technorati
  • Yahoo! Buzz

Sektor Perikanan Tangkap Layak Dibiayai Perbankan

Yth. Bapak/Ibu/Saudaraku Nelayan & pelaku UMKM dimanapun berada,

Hari ini, Rabu, 26 Oktober 2011 Bank Indonesia menerbitkan Siaran Pers No.13/34/PSHM/ Humas yang berjudul Sektor Perikanan Tangkap Layak Dibiayai Perbankan”.

Siaran Pers ini juga telah diinformasikan kepada masyarakat luas melalui website Bank Indonesia, pada link berikut

Demikian informasi, Semoga Bermanfaat

Wassalam

Share:
  • email
  • Facebook
  • PDF
  • Print
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Add to favorites
  • FriendFeed
  • Google Buzz
  • Live
  • Technorati
  • Yahoo! Buzz

Previous