Archive for May, 2008

MENSINERGIKAN UMKM DENGAN BANK SYARIAH DI SUMUT

Posted on May 21st, 2008 in Uncategorized | No Comments »

Latar Belakang

Perkembangan realisasi kredit UMKM di Sumut pada akhir triwulan I 2006 sebesar Rp. 16,42 Trilyun, sebagian besar berasal  dari Bank Umum sebesar 93,83 % sedangkan sisanya 6,37 % berasal dari Bank Umum Syariah, angka realisasi ini masih lebih baik dari angka realisasi nasional yang masih berkisar 1,49%.

Realisasi kredit Bank Umum yang diserap oleh UMKM apabila dipilah menurut sektor usaha mikro, kecil dan menengah maka sebagian besar didominasi oleh sektor menengah sebesar 68,17% sisanya sektor 28,77% dan sektor mikro 3,05%.   Realisasi alkokasi kredit kepada UMKM pada Bank Umum Syariah lebih tinggi dari Bank Umum. Sektor menengah menyerap kredit sebesar 50,9% sedangkan sektor kecil 41,39% dan sektor mikro 7,71%.

Fokus pada Usaha Mikro dan Kecil (UMK)

Sektor menengah menyerap sebagian besar alokasi kredit dari perbankan dibandingkan sekotr usaha mikro dan kecil (UMK).  Untuk ke depan nampaknya perlu lebih fokus pada pembinaan dan pengembangan sektor UMK mengingat masih banyaknya persoalan yang dihadapi UMK.

Persoalan utama yang dihadapi UMK saat ini adalah: (a) UMK adalah tulang punggung ekonomi yang dielu-elukan, kenyataannya kurang nutrisi (calcium), bahkan sudah mulai dirusak oleh bunga tinggi; (b) Definisi kredit UMK dapat dibagi dua yaitu Mikro (0 s/d Rp 50 juta) dan Kecil (Rp 50 juta s/d Rp 500 juta); (c) Kredit perbankan konvensional untuk  UMK yang cukup tinggi belum berdampak signifikan terhadap pengembangan usaha rakyat sebagian bersifat konsumtif dan tidak didukung dengan sistem pengembangan usaha rakyat; (d) Berbagai upaya pemerintah yang tak terkoordinasi dengan baik juga belum memperlihatkan hasil optimal bahkan bisa merusak (e) Mayoritas pengusaha UMK tidak bankable (tidak memenuhi syarat memperoleh kredit); Pengusaha Pemula tanpa pengalaman, tanpa pembukuan dan adm usaha, Konsep usaha kurangTidak memiliki jaminan kredit (collateral) (f) Modal Ventura, BPR/BPRS dan Lembaga Keuangan Shariah yang sangat berpotensi dan sangat cocok untuk UMK belum diperankan secara baik dan benar.

UMK Lahannya Bank Umum Syariah

Berbagai persoalan yang melilit UMK merupakan kesempatan terbaik bagi bank - bank syariah dan lembaga keuangan syariah lainnya untuk menunjukkan perannya. Secara mendasar konsep ekonomi syariah adalah bagaimana memberdayakan pelaku UMK (masyarakat) secara bersungguh sepenuh hati sampai mereka mampu mandiri dan menjadi pengusaha yang tangguh.

Lembaga Keuangan Syariah paling cocok membangun dan mengembangkan UMK karena: (a) Fokus utamanya pada pembentukan (start-up) dan pengembangan UMK (untuk modal usaha bukan kredit konsumtif); (b)Tidak memberi kredit, tapi memberi pembiayaan (memodali) pengusaha UMK. Resiko usaha ditanggung bersama (bank dan pengusaha); (c) Bentuk usahanya investasi bersama (partnership) dengan sistem bagi hasil dan bagi resiko; (d) Membantu peningkatan kemampuan calon nasabah sebelum,  selama dan setelah dimodali oleh bank; (e) Membiayai juga pengusaha pemula (start-up) sepanjang Konsep usaha jelas, ada Kemampuan dan Motivasi tinggi (KKM); (f) Memiliki cara untuk meringankan calon nasabah dari keharusan memiliki jaminan kredit (Collateral); (g) Mengharamkan kolusi, korupsi dan nepotisme

Sinergi Bank Umum Syariah dan Lembaga Keuangan Syariah dengan UMK

Persoalan yang dihadapi UMK dapat disinkronkan dengan peran lembaga keuangan syariah dalam bentuk sinergi yang kuat. Dalam sinergi ini diharapkan peran aktif dari berbagai pihak seperti asosiasi perbanakan syariah (Asbisindo), konsultan keuangan mitra bank (KKMB), bank syariah, modal ventura syariah, BPR syariah, BMT, Kadin, Universitas, ICMI dan pihak lainnya yang bersungguh dengan UMK. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan realisasi pembiayaan UMK dan lebih jauh mampu memandirikan UMK di derah Sumatera Utara.

Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN

Posted on May 21st, 2008 in Uncategorized | No Comments »

Para Mitra UMKM, mari memanfaatkan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil, untuk permodalan usaha bagi UMKM. Dana Kemitraan BUMN jumlahnya cukup besar yang disisihkan dari Keuntungan BUMN tahun 2006 . Terdapat 35BUMN di Sumut yang berperan sebagai pembina. Silahkan SimakInfo Berikut ini:

Pada tanggal 18 September 2006 telah dilaksanakan rapat koordinasi di kantor Dinas Koperasi dan UKM Medan untuk membahas program Dana Kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan Program PKBL. Pada acara tersebut rapat dihadiri oleh 26 orang perwakilan BUMN dan dihadiri oleh perwakilan Kantor Bank Indonesia (KBI) Medan, Bapak Budiyono dan Bapak Deddy Edward, sebagai konsultan P-UMKM (Pengembangan UMKM) KBI Medan.

Rapat dibuka oleh Wakadis Kop & UKM, Bpk Siregar, dan dipandu oleh Kasubdis Kerjasama & Fasilitasi UKM, Bapak Manulang. Rapat membahas realisasi program PKBL yang sedang berjalan dan memperbaiki rencana untuktahun 2006. Selanjutnya rapat membahas Surat Edaran dari Menteri Negara BUMN untuk pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan Program PKBL.

Daftar BUMN Pembina Program Kemitraan Usaha Kecil di Propinsi Sumatera Utara, adalah

Koordinator : PT Perkebunan Nusantara III

  1. PT. Pertamina
  2. PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk
  3. PT. Perkebunan Nusantara IV
  4. PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk
  5. PT. Bank Negara Indonesia Tbk
  6. PT. Perkebunan Nusantara III
  7. PT. Pelabuhan Indonesia I
  8. PT. Bank Mandiri Tbk
  9. PT. Jasa Marga
  10. PT. Perkebunan Nusantara II
  11. PT. Pos Indonesia
  12. PT. Jasa Raharja
  13. PT. Jamsostek
  14. PT. Angkasa Pura II
  15. PT. Perusahaan GasNegara Tbk
  16. PT. Sucofindo
  17. PT. Asuransi Ekspor Indonesia
  18. PT. Asuransi Kesehatan Indonesia
  19. PT. Perusahaan Listrik Negara
  20. PT. Asuransi Kredit Indonesia
  21. PT. Taspen
  22. Perum Pegadaian
  23. PT. Bank Tabungan Negara
  24. PT. Surveyor Indonesia
  25. PT. Perusahaan Pengelola Asset
  26. PT. Pelni
  27. PT. Permodalan nasional Madani
  28. PT. Kawasan Industri Medan
  29. PT. Hotel Indonesia Natour
  30. PT. Inhutani IV
  31. Perum Perumnas
  32. PT. Waskita Karya
  33. PT. Asabri
  34. PT. Sang Hyung Seri

Direncanakan Road Show ke beberapa wilayah di Sumatera Utara bersama para peserta pembina BUMN, pelaksanaannya diperkirakan setelah bulan Ramadhan 1924H.

BRI Salurkan KUR Rp. 2,23 Triliun

Posted on May 16th, 2008 in Uncategorized | 4 Comments »

Isu KUR semakin hangat dikalangan pelaku usaha UKM. Beberapa hari lalu saya berdiskusi dengan seorang sahabat, Bapak Ir. Aliman Saragih, kebetulan beliau sebagai Kepala Dinas PERINDAGKOP Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut.  Beliau katakan, belum ada satupun KUR yang diterima UKM di Kab.Sergai.  Sempat dikonfirmasi ke beberapa Bank di wilayah Sergai, namun jawaban yang diterima jauh dari memuaskan.  Ada Bank yang tidak mengetahui, apa itu program KUR, ada yang masih mempelajarinya, ada yang sudah menerima proposal usalan pembiayaan dari UKM, namun masih meminta agunan, dan sebagainya, berbagai alasan yang lain.
Pada kesempatan ini saya ingin sharing dengan pembaca sekalian, berita yang dirilis kompas hari ini.  Bahwa sudah 10 juta UKM/Kop atau 20% dari 40 juta UKM/Kop yang terjangkau kredit perbankan, pegadaian dan koperasi.  Bagaimana kenyataannya di lapangan. Apakah benar program KUR sudah menjangkau UKM, silahkan menyimak berita berikut ini.
Wassalam
/edo tanjung

=================================================================================

Hanya 21 Persen yang Terjangkau

BRI Salurkan KUR Sebesar Rp 2,23 Triliun