KUR – KREDIT USAHA RAKYAT di BRI

KUR KREDIT USAHA RAKYAT di BRI

 

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya 7 April 2009, saya pengasuh, mengikuti acara sosialisasi KUR yang dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung kepada UPP Perikanan (Unit Pelayanan dan Pengembangan), Petugas PPT (Petugas Pendamping Teknologi) serta POKDAKAN (Kelompok Pembudidaya Perikanan).

Sosialisasi KUR oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini sangat bagus sekali untuk diketahui oleh para Bapak/Ibu/Saudara-Ku para pelaku UMKM dimanpun berada. Sehingga bisa memanfaatkan program KUR tersebut untuk usaha yang baru dan belum pernah menerima pinjaman kredit dari Bank, feasible tetapi belum bankable

Apabila ada pertanyaan, silahkan kirimkan kepada pengasuh, atau Bapak/Ibu/Saudara-Ku menghubungi Bank BRI terdekat.  Karena Bank BRI termasuk Bank yang banyak cabangnya di daerah.

Untuk informasi tambahan,  program KUR pemerintah, dilaksanakan oleh beberapa Bank, yaitu : Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank BTN, BankSyariah Mandiri (BSM) dan Bank Bukopin.  Silahkan kunjungi bank-bank tersebut yang paling dekat dengan usaha Bapak/Ibu/Saudara-KU.


BERIKUT INI INFORMASI LENGKAP PROGRAM KUR di BRI

 

Definisi KUR

·         KUR adalah Kredit Modal Kerja dan atau Kredit Investasi dengan plafon kredit sampai dengan Rp500 juta yang diberikan kepada usaha mikro, kecil dan koperasi yang memiliki usaha produktif yang akan mendapat penjaminan dari Perusahaan Penjamin.

·         UMK & K merupakan  usaha produktif yang layak (feasible), namun belum bankable.  Dengan agunan pokok proyek yang dibiayai (layak/hasil usaha mampu untuk membayar pokok pinjaman & bunga sampai lunas) namun karena agunan tambahan kurang sebagian dicover dengan program penjaminan.

·         Debitur baru / kredit baru dimana UMK & K tidak sedang memperoleh pinjaman bank (BI Cheking)

·         Debitur belum pernah memperoleh fasilitas kredit program

·         Besarnya Coverage Penjaminan maksimal 70 % dari plafond kredit.

·         KUR 100 % bersumber dari dana komersial Bank

 

Ketentuan Umum KUR

Keterangan

Persyaratan

Calon Debitur

Individu (Perorarangan/badan hukum), Kelompok, Koperasi yang melakukan usaha produktif yang layak

Lama Usaha

Minimal 6 bulan

Besar Kredit

Maksimal Rp. 500 juta

Bentuk Kredit

KMK Menurun  – maksimal 3 tahun

KI                       – maksimal 5 tahun

Suku Bunga

Efektif maksimal 16 % pa

Perijinan

S/d Rp. 100 juta : SIUP, TDP & SITU arau Surat Keterangan Usaha dari Lurah/ Kepala Desa

> Rp. 100 juta : Minimal SIUP atau sesuai ketentuan yang berlaku

Legalitas

Individu        : KTP & KK

Kelompok    : Surat Pengukuhan dari Instansi terkait atau Surat

Keterangan dari kepala Desa / Kelurahan atau Akte  Notaris

Koperasi / Bdan Usaha Lain : Sesuai ketentuan yang berlaku

Agunan

Pokok         : Dapat hanya berupa agunan Pokok apabila sesuai keyakinan Bank    Proyek yang dibiayai cashflownya mampu memenuhi seluruh    kewajiban kepada bank (layak

Tambahan : Al Seperti tanah/bangunan/Kendaraan (tidak wajib dipenuhi)

 

Ketentuan Umum KUR MIKRO

Keterangan

Persyaratan

Calon Debitur

Individu yang melakukan usaha produktif yang layak

Lama Usaha

Minimal 6 bulan

Besar Kredit

Maksimal Rp. 5 juta

Jenis Kredit

KMK atau KI Menurun   maksimal 3 tahun

Suku Bunga

Efektif maksimal 1,125 % flate rate per  bulan

Prov & adm

Tidak dipungut

Legalitas

 KTP & KK

Agunan

Pokok         : Dapat hanya berupa agunan Pokok apabila sesuai keyakinan Bank Proyek yang dibiayai cashflownya mampu memenuhi seluruh kewajiban kepada bank (layak)

Tambahan : Al Seperti tanah/bangunan/Kendaraan (tidak wajib dipenuhi)

 

Ketentuan KUR Linkage Program

Keterangan

Persyaratan

Calon Debitur

BKD, KSP/USP, BMT & LKM Lainnya & tidak mempunyai tunggakan

Lama Usaha

Minimal 6 bulan

Besar Kredit

      Maksimal Rp. 500  juta

      Pinjaman BKD, KSP/USP, BMT, LKM ke end user maks Rp. 5 juta

Jenis Kredit

KMK Menurun  maksimal 3 tahun

Suku Bunga

Efektif maksimal 16 % pa.

Prov & adm

Tidak dipungut

Legalitas

         AD/ART

        Memiliki Ijin usaha dari yang berwenang

        Pengurus aktif

Agunan

Pokok         :   Piutang kepada nasabah

Tambahan : Al Seperti tanah/bangunan/Kendaraan (tidak wajib dipenuhi)

 

 

Sistim dan Prosedur Kredit

 

Permohonan kredit diajukan oleh calon debitur BRI 

a.    KUR > Rp. 5 juta ke Kanca / Kancapem

b.    KUR Mikro < Rp. 5 juta ke BRI Unit

 

Permohonan  pinjaman  dilampiri dengan dokumen pendukung yang diperlukan,  a.l. :

a.    Copy Legalitas & perijinan

b.    Data usaha & dokumen untuk keperluan analisa kebutuhan kredit.

 

Kewajiban Debitur

  1. Menyampaikan data legalitas, perijinan, data usaha yang diperlukan untuk analisa
  2. Menggunakan kredit sesuai ketentuan dalam Perjanjian Kredit
  3. Mengangsur pokok pinjaman dan membayar bunga plus kewajiban lain
  4. Menyampaikan laporan / data kepada bank secara periodik sesuai ketentuan dalam Perjanjian Kredit
  5. Apabila pinjaman Macet dan  meskipun kredit di-cover dgn penjaminan maksimal sebesar 70 % dari plafond /outstanding, debitur tetap berkewajiban membayar seluruh pinjaman kepada bank
  6. Nilai pembayaran klaim menjadi pinjaman subrogasi

 

Kendala di Lapangan

a.    Persepsi/ pemahaman yang salah dari masyarakat terhadap KUR, dianggap dana dari pemerintah dan dijamin oleh pemerintah bukan merupakan kredit dari Bank. Hal ini mempengaruhi tingkat pengembalian (angsuran) dan kualitas KUR

b.    Keharusan adanya Bank Indonesia Checking (SID) menghambat / memperlambat proses pelayanan KUR, mengingat masih banyak jaringan BRI yang ada dipelosok belum menggunakan sistem teknologi secara on line diusulkan untuk unit kerja tertentu BI Cheking digantikan dengan Surat Keterangan Lunas untuk dapat mempercepat pelayanan.

c.     Adanya pemahaman / anggapan sebagian masyarakat bahwa KUR merupakan Kredit Tanpa Agunan atau bahkan bantuan / hibah

d.    Moral Hazard calon debitur untuk memanfaatkan Program Penjaminan melalui KUR

e.    Adanya panggapan KUR merupakan Kredit masal sehingga banyak dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

 

Penyebab NPL KUR BRI

  1. Adanya penertiban usaha oleh Pemda (Penggusuran tempat usaha oleh Satpol PP)
  2. Penurunan Omzet Usaha
  3. Kegagalan usaha karena :

   Gagal panen karena banjir

   Usaha rumput laut tersapu ombak

   Usaha tambak udang karena terserang penyakit.

  1. Debitur tidak diketahui keberadaannya lagi (melarikan diri).

 

 

Harapan

a.    Kinerja Pinjaman KUR baik, NPL rendah sehingga Klaim ke Lembaga Penjaminan rendah

b.    Skim kredit dengan pola Penjaminan / KUR  sustainable

c.     Dengan KUR UMKM  mampu mengembangkan usahanya (pro-growth) dan meningkatkan penyerapan tenaga kerjanya (pro-jobs),  mempercepat uapa penanggulangan kemiskinan (pro-poor)

 

 

Disarikan oleh : Deddy Edward Tanjung.

Previous Next

Leave a Reply