Archive for November 5th, 2009

SOSIALISASI BANK SYARIAH

November 5th, 2009 | Perbankan | No Comments »

100_3439

SOSIALISASI BANK SYARIAH

(In English : SOCIALIZATION OF SHARIA BANK)

Assalamua’laikum wr wb

Hingga kini bank syariah sudah banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia terdapat beberapa bank yang sudah murni syariah, artinya berdiri sendiri, bukan unit dari bank induknya yang konvensional. Sebut saja Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah Indonesia dan lainnya. Sedangkan yang berbentuk Unit Usaha Syariah hampir ada pada semua bank, baik itu bank pemerintah maupun bank swasta. Bank Syariah asing pun sudah banyak kita jumpai di Indonesia.

Keberadaan bank syariah ini perlu dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM Indonesia. Untuk mengenal lebih jauh tentang bank syariah, berikut ini kami sampaikan sosialisasi bank syariah. Mudah-mudahan bermanfaat.

PRINSIP-PRINSIP PERBANKAN SYARIAH PRODUK DAN KEUNGGULANNYA

Prinsip Bank Syariah

· Prinsip Keadilan:

o Imbalan atas dasar bagi hasil Margin keuntungan ditetapkan atas kesepakatan bersama antara Bank dan nasabah.

· Prinsip Kemitraan:

o Nasabah penyimpan dana, pengguna dana dan Bank memiliki hak, kewajiban, beban terhadap resiko dan keuntungan yang berimbang.

· Prinsip Universalitas:

o Tidak mengenal issue suku, agama, ras dan golongan

· Prinsip Transparansi:

o Adanya prinsip keterbukaan antara bank dan nasabah dalam penetapan margin atau bagi hasil.

LANDASAN

Kemudian kami menjadikan bagi kamu suatu syari’ah,Maka ikutilah syari’ah itu,Jangan ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak memahami syari’ah (QS. Al-Jatsiyah : 18)

Pengertian Bank Syariah

· Bank Syariah adalah Bank Umum yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah

· Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan & menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan (kredit) dan atau bentuk lainnya

· Memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Batasan operasi

Sektor usaha yang dilarang untuk dibiayai bank syariah adalah semua jenis industri yang mengandung unsur maghrib :

· Maisyir/judi

· Gharar/ketidakpastian atau tipu muslihat

· Haram

· Riba

Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Bank Syariah

Investasi hanya di sektor usaha yang halal

Prinsip bagi hasil, jual beli atau sewa

Profil & Falah Oriented (kebahagiaan dunia & akhirat)

Hubungan kemitraan

Ada Dewan Pengawas Syariah

Bunga VS Bagi Hasil

SISTEM BAGI HASIL

Ada kemungkinan untung/rugi

Didasarkan pada rasio bagi hasil terhadap sales/pendapatan nasabah

Berubah-ubah tergantung kinerja usaha

SISTEM BUNGA

Asumsi selalu untung

Didasarkan pada uang (pokok) pinjaman

Besarnya tetap

Tujuan dan Kewajiban Bank Syariah

Tujuan

Berperanan menggalakkan, memelihara serta mengembangkan kegiatan perekonomian untuk kemakmuran dengan berasaskan syariah Islam.

Kewajiban

Bank Syariah berkewajiban mendukung berdirinya aktivitas investasi dan bisnis-bisnis lainnya yang tidak dilarang dalam Islam, dengan mengacu pada tercapainya tujuan finansialnya (pertumbuhan dan laba).


KARAKTERISTIK PRODUK BANK SYARIAH

· Resiko Bagi Hasil Lebih Rendah Dari Pada Bunga

· Bagi Hasil Bukan Unsur Biaya Tetapi Porsi Keuntungan Yang Dibagikan

· Skim Pembiayaan Mengeleminir Resiko Fluktuasi Bunga

· Produk Bersesuaian Dengan Sturuktur Usaha, Jenis Transaksi Dan Skala Usaha

PRODUK BANK SYARIAH

PEMBIAYAAN

Bagi Hasil

* Musyarakah

* Mudharabah

Jual Beli

* Murabahah

* Istishna

* Salam

Sewa (Leasing)

* Ijarah

Anjak Piutang

* Hawalah

Gadai Syariah

* Rahn

Pinjaman Kebajikan

* Qardh

PENDANAAN

* Titipan (Wadiah)

- Giro

* Bagi Hasil

- Tabungan

- Deposito

- Investasi Mudharabah

Muqayaddah

- Obligasi Syariah

Mudharabah

Jasa-jasa :

· TRANSFER, INTERCITY CLEARING

· ONLINE

· LC/SKBDN (WAKALAH)

· BANK GARANSI (KAFALAH)

· BANK PERSEPSI (PAJAK PPH, EKSPOR IMPOR)

· RTGS

· PAYMENT POINT (TELKOM, IM3, SATELINDO, RATELINDO)

· ATM

· SMS BANKING

· SISKOHAT

Demikianlah informasi singkat mengenai bank syariah, kiranya pada artikel yang berikutnya akan dibahas lebih mendalam, Insya Allah.

AGAR MANAJEMEN UKM BERJALAN LANCAR

November 5th, 2009 | Industri Keuangan | No Comments »

AGAR MANAJEMEN UKM BERJALAN LANCAR

(In English : SME MANAGEMENT TO CURRENT ASSETS)

Acara morning show di radio JJFM Surabaya

Sesuai rencana, tepat jam 08.15 aku on air di radio JJFM Surabaya, Aku Pagi itu aku sedang berada di Lampung, jadi morning shoiw lewat phone. Salut untuk JJFM secara rutin menayangkan acara morning show untuk para pelaku UMKM di Indonesia. Acara tsb bisa on line di internet dapat dinikmati melalui website JJFM di alamat www.jjfmradio.com Silahkan di akses lewat internet atau pada saluran 105.10 JjFM Surabaya.

Berikut ini petikan acara morning show terrsebut, mungkin bermanfaat untuk pengembangan usaha Bapak Ibu Saudaraku pelaku UMKM Indonesia.

AGAR MANAJEMEN UKM BERJALAN LANCAR


Pebisnis, terlepas dari faktor hoki, ternyata membangun sebuah usaha kecil menengah, memang tidak mudah seperti yang dibayangkan. Mulai dari menyiapkan dana, berpromosi sampai melakukan mentaince agar usaha yang dijalankan meningkat.

Laporan keuangan yang masih tradisional terkadang menjadi batu sandungan. Cepat puas dengan target yang dicapai, kadang menyebabkan wirausahawan menjadi tidak berpikir keras untuk ber-inovasi. Tidak membina hubungan baik dengan Bank, membuat Permintaan konsumen yang kebanyakan suka dengan harga murah, bisa jadi bumerang. Penetapan harga yang murah pada produk yang dijual, seringkali malah membawa wirausaha kecil menengah bisa jatuh bangkrut bila tidak mengetahui trik dan tipsnya yang tepat.

Apa saja yang diperlukan agar manajemen UKM berjalan lancar?

Pagi ini saya sudah tersambung dengan :

Ir. DEDDY EDWARD, MBA, MM

Konsultan Sektor Riil & Umkm 081317509838 / 081510360035

PERTANYAAN :

1. Untuk memulai sebuah usaha kecil menengah, manajemen seperti apa yang perlu dipersiapkan?

Sebelum memulai usaha tentunya perlu menyusun rencana usaha yang akan dijalankan. Didalam rencana usaha terdapat hasil studi pasar, rencana produksi, perkiraan biaya (untuk modal kerja dan modal investasi), sumber biaya (dana sendiri, atau kredit), serta tenaga kerjanya.

Manajemen yang harus dipersiapkan oleh UKM adalah melakukan pencatatan setiap transaksi keuangan secara detil. Catatan produksi, catatan penjualan, catatan pembelian bahan baku dan catatan lainnya. Catatan tersebut sangat perlu dan akan bermanfaat bagi UKM. Dari hasil catatan dapat dilihat perkembangan usaha, perputaran uang, sehingga dapat dipakai untuk kegiatan usaha selanjutnya.

2. Bila ternyata sudah terlanjur dari awal, misalnya dengan laporan keuangan yang masih tradisional belum computerize, atau tidak pernah melibatkan bank dalam masalah dana, perbaikan seperti apa yang harus dilakukan?

Idealnya memang laporan dibuat secara komputer, namun bila belum ada komputer, pencatatan secara manual masih dapat dilakukan. Yang penting, pencatatan dilakukan secara disiplin, atas semua kegiatan operasional usaha. Laporan yang disusun secara manual dapat membantu UKM mengontrol usahanya.

Laporan keuangan sebaiknya disusun secara berkala. Ada dua jenis laporan keuangan yg perlu dibuat oleh UKM. Pertama menyusun Laba/Rugi secara bulanan. Kedua, menyusun Neraca. Laba Rugi sederhana adalah, total penjualan dalam satu bulan dikurangi harga pokok penjualan menjadi laba kotor, kemudian dikurangi biaya-biaya menjadi laba bersih (sebelum bunga pinjaman dan pajak, bila ada).

Sedangkan Neraca adalah perbandingan antara harta (sisi kiri) dengan hutang dan modal (sisi kanan). Disisi kiri harta terdiri dari harta lancar berupa: kas, tabungan, barang persediaan, piutang di pihak lain, ditambah nilai harta tetap sepert : tanah, rumah, mesin, kendaraan dan lainnya. Neraca sisi kanan adalah jumlah hutang dan modal. Jumlah sisi kiri (harta) dengan jumlah sisi kanan (hutang, modal) jumlahnya harus sama.

Belum melibatkan bank dalam dana, tidak apa-apa, sepanjang dana sendiri masih cukup. Tetapi bila usaha semakin berkembang, sebaiknya memanfaatkan sumber dana bank. Untuk itu perlu menjalin kemunikasi dengan bank, tahap awal, jadilah nasabah bank tersebut. Simpanlah hasil transaksi keuangan di bank. Setelah itu hubungi bagian kredit di bank, tanyakan pada mereka skim kredit yang ada, ceritakan perkembangan usaha anda. Mintalah brosur skim kredit tersebut, pelajari, bila sudah paham minta dan isi formulir permohonan kredit, yang dilampiri rencana pengembangan usaha plus lampiran yang diminta oleh bank. Semua berkas yang sudah lengkap diserahkan kepada bank. Pihak bank akan memeriksa berkas perrmohonan, tunggu kabar, datangi dan tanya perkembangan permohonan.

3. Bagaimana kiat menentukan harga, karena kebanyakan konsumen ingin sekali mendapatkan harga murah tapi produk bagus?

Pelaku UKM tentunya harus bisa menghitung biaya produksi, mulai dari harga bahan baku, biaya produksi dan biaya pemasaran. Dari total biaya tersebut dapat ditentukan harga jual, misal ditambah margin keuntungan berkisar antara 10% s/d 30% (tergantung jenis usahanya). Untuk memperoleh harga jual yang kompetitif, tentunya harus bisa mendapat harga bahan baku yang murah dan biaya yang efisien.

4. Faktor-faktor apa saja yang sebenarnya menjadi penyebab kegagalan UKM?

Ada beberapa, diantaranya, seperti tidak terbiasa menyusun laporan keuangan. Padahal dari laporan keuangan, UKM dapat mengevaluasi perkembangan usahanya, ini usaha untung ngak? Atau malah rugi, bisa cepat ketahuan dari analisa laporan keuangan. Mulailah memanfaatkan sumber daya yang ada. Misalnya, libatkan anak atau adik yang sedang sekolah atau kuliah untuk menyusun laporan keuangan. Atau tugaskan salah seorang karyawan untuk mencatat keuangan dan menyusun laporan keuangan. UKM yang mempunyai laporan keuangan yang baik, biasa lebih mudah bemitra dengan bank untuk mendapatkan modal usaha.

Faktor lainnya adalah, UKM kurang mengenali konsumennya. Harus belajar mengenali konsumen alias Know Yours Customer (KIWAISI) kenali konsumenmu. Dengan kenal dengan konsumen, UKM dapat mengetahui apa maunya konsumen, sehingga dapat menyesuaikan produk yang cocok dengan konsumen. Dengan KYC yang baik, tentunya dapat meningkatkan penjualan.

5. Ada pesan-pesan penutup untuk para pebisnis di Surabaya mengenai topik kita pagi ini?

UKM sebaiknya mulai memperbaiki sistim pencatatan keuangan yang lebih rapi dan teratur. Usahakan menyusun laporan keuangan secara berkala, seperti laporan laba rugi dan neraca keuangan.

Kemudian cobalah menjalin kemitraan usaha baik itu dengan lembaga keuangan bank (menjadi nasabah) dan dengan teman-teman sesama jenis industri, atau mulai menjalin kemitraan dengan usaha menengah bila usaha masih skala kecil, atau bermitra dengan usaha besar bila skala usaha sudah kelas menengah. Kemitraan akan sangat membantu dalam perluasan pasar.

Mulailah memperhatikan konsumen, dekatlah dengan konsumen, dengarkan apa keluhan dan keinginan mereka. Ingatlah semboyan ”konsumen adalah raja” raja kan biasanya banyak harta dan duitnya, ngak apa-apa yang penting produk terjual.

Demikian jawaban singkat kami, yang disusun ulang, mungkin ada tambahan dibandingkan dengan acara morning show di JJFM Radio Surabaya. Bagi Bapak Ibu saudara yang ingin memperdalam materi diatas, cobalah baca baca artikel yang sudah saya susun sebelumnya didalam weblog UMKM ini. Demikian, terimakasih.