Archive for May, 2009

CONTOH PROPOSAL KREDIT / PEMBIAYAAN

Posted on May 26th, 2009 in Uncategorized | No Comments »

Salam Sejahtera
Bapak/Ibu/Saudar-Ku pelaku UMKM dimanapun berada
Untuk memenuhi permintaan, berikut, penulis sampaikan contoh proposal pengajuan kredit/pinjaman secara sederhana, silahkan dipelajari dan di contoh, disesuaikan menurut usaha masing-masing. Sukses UMKM


PROPOSAL BISNIS

KERIPIK PISANG

 

Nama Pengusaha

. . . . . . . . . . . . . . . .

 

 

 Disusun oleh :

Ir. Deddy Edward, MBA, MM
KONSULTAN Sektor Riil & UMKM

 

 

sinees Development Service Provider

Sektor Rill & UMKM

2009

 

===============================================
PROPOSAL BISNIS KERIPIK PISANG


A.  
Data Perusahaan

 

1.        Nama Perusahaah         : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

2.        Bidang Usaha                : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

3.        Jenis Produk                  :  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

4.        Alamat Perusahaan      : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

5.        Nomor Telepon             : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

 

B.    Data Pemilik

1.        Nama Pemilik                : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

2.        Jabatan                          : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

3.        Tempat tanggal lahir    : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

4.        Alamat Rumah              : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

5.        Nomor Telephon          : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

6.        Struktur Organisasi       : contoh

C.    Data Konsultan

1.        Nama Konsultan           :  Ir. Deddy Edward, MBA, MM

2.        Jabatan                          :  Konsultan Sektor & UMKM

3.        Tempat Tanggal lahir   :  Bukittingi, 3 Juli 1959

4.        Alamat                           :  Depok, Jawa Barat Bandar Lampung, Lampung

5.        Nomor Telephon          :  0815.1036.0035 & 021.9136.3808

6.        Alamat E-mail               ;  deddyedward@gmail.com

7.        Pendidikan Terakhir     :  Magister Manajemen (S2)

8.        Pengamalan Kerja        :  Konsultan Sektor Riil & UMKM

 

  1. Alasan Pemilihan bisnis KERIPIK PISANG

Saat ini  …………. merupakan salah satu daerah yang banyak ditanam oleh masyarakat adalah pohon pisang. Mayoritas buah pisang dijual dalam bentuk masih buah pisang asli belum diproses lebih lanjut. Hal itu menjadikan nilai tambah dari budi daya pisang belum optimal, di samping itu sering terjadi kerusakan buah pisang karena tidak langsung laku terjual atau menunggu kenaikan harga.

Di samping alasan di atas saat ini para konsumen dari luar
kota dalam membeli KERIPIK pisang belum dapat dipenuhi oleh industri yang saat ini ada, sehingga sering terjadi para konsumen kesulitan mendapatkan KERIPIK pisang seperti yang diharapkan.

Dari hal di atas dapat disimpulkan bahwa bisnis pembuatan KERIPIK pisang masih sangat memungkinkan tanpa merusak keseimbangan pasar yang sudah ada.

 

  1. Analisis Aspek Lingkungan

Sebagian besar masyarakat di lingkungan rencana bisnis beragama islam taat. Tingkat toleransi dengan agama lain dapat berjalan dengan baik. Dalam kecondongan organisasi keagamaan mayoritas berafiliasi pada organisasi Nahdhatul Ulama.

Aspirasi partai politik pada pemilu tahun lalu mayoritas adalah Partai Persatuan Pembangunan sebagai yang dominan. Sementara aspirasi lainnya cukup merata pada beberapa partai politis lima besar lainnya.

Strata social yang berada di lingkungan usaha adalah mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan, petani dan buruh. Sebagian kecil pegawai pengusaha dan bekerja di sector industri wilayah ………….

Perliku beli masyarakat …………… termasuk konsumtif yang ditandai  dengan ramainya pertokoan di awal bulan dan menjadi sepi pada tanggal tua.

Untuk tingkat keamaan dalam arti pencurian, perampokan maupun karena adanya bahaya lingkungan relatip baik.

 
F.
Analisis Aspek Pemasaran

  1. Aspek Makro

Bahan baku utama dari KERIPIK Pisang adalah pisang yang didapatkan di daerah sekitar ……… . Pesaing produksi KERIPIK pisang saat ini berkisar ada …….. perusahaan  yang dianggap cukup besar dan  banyak industri rumah tangga pembuat KERIPIK pisang.

Untuk konsumsi local dan konsumen langsung dapat dicukupi industri rumah tanggal  Sedangkan pelanggan pedagang seperti toko makanan atau swalayan dicukupi perusahaan KERIPIK pisang yang ada saat ini.  Pelanggan terbesar adalah dari daerah sekitar seperti Lampung, Jakarta, Bandung dan kota besar lain di Indonesia.

  1. Aspek Mikro

                                          i.    Jenis produk yang dihasilkan dari usaha yang dilakukan adalah KERIPIK PISANG dari bahan baku pisang raja.

                                        ii.    Penetapan harga dari produk tersebut adalah berdasarkan pada biaya produksi di tambah mark-up sekitar 20%.

                                       iii.    Promosi yang dilakukan untuk mengenalkan produk tersebut adalah dengan promosi penjualan dengan mengenalkan produk pada toko penjual makanan di daerah sekitar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang dan kota besar lainnya.

                                       iv.    Pendistibusian barang di samping diambil para pedagang perusahaan akan mengirimkan langsung pada pasar sasaran dengan cara mengantar ke toko-toko makanan dan swalayan pada pasar sasaran.

 

  1. Analisis Aspek Operasional
    1. Disain produk

Untuk meningkatkan kualitas output, maka selalu mengamati perkembangan teknologi dan riset produk atau uji coba produk. Pertimbangan utama penentuan lokasi usaha adalah ketersediaan bahan baku untuk proses produksi

Luas usaha yang akan dikembangkan adalah kapasitas 2 (dua ) kwintal keripik pisang jadi per hari. Pola usaha yang dikembangkan adalah pola produksi kontinyu sehingga setiap waktu selalu menghasilkan keripik pisang tanpa terpengaruh waktu dan musim.

  1. Proses Produksi sederhana meliputi pisang dikelupas selanjutnya diiris diberi campuran aroma dan rasa (asin, manis, coklat, keju) selanjutnya digoreng atau di oven, Pada tingkat kekeringan yang disyaratkan selanjutnya di bungkus.
  2. Pengawasan kualitas dilakukan untuk bahan baku, pengawasan proses dan pengawasan produk jadi.

Untuk bahan baku pisang yang dibuat dengan ukuran kualitas harus sudah matang tetapi belum busuk. Untuk pengawasan kualitas proses dilakukan dengan melihat ketebalan irisan, kekeringan hasil penjemuran atau hasil oven. Sedangkan kualitas hasil produksi ukuran kualitas dilihat dari keseragaman ukuran , kerapian pembungkusan dan waktu kadaluarsa.

 

  1. Analisis Aspek Sumber Daya Manusia

Jumlah tenaga kerja yang dibuuhkan untuk perusahaan ini terdiri dari 3 orang pegawai kantor untuk administrasi dan marketing, 3 orang petugas lapangan, 5 orang  bertugas memasak dan menggoreng. Di samping itu  ada 35 orang  pekerja borongan untuk mengelupas pisang mencetak dan mengemas.

Untuk meningkatkan keterampilan karyawan perlu ditambah bekal keterampilan dengan mengikutkan ke pelatihan-pelatihan. Agar karyawan betah bekerja diberi asuransi kesehatan biaya rawat jalan jika berobat dan bantuan 50 % biaya rawat inap jika opname di kelas III. Sejak masuk karyawan sudah menandatangani kontrak perjanjian yang berisi hak dan kewajiban termasuk sanksi pelanggaran .

I. Analisis Aspek Keuangan

LABA RUGI USAHA  4 TAHUN TERAKHIR

(dalam juta rupiah)


 

  

 

NERACA

 PER TANGGAL 31 DESEMBER 2008

 

 

Tabel Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya / RAPB

Tahun 2009 2013

(dalam juta rupiah)

 

 

  1. Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman (analisa SWOT)

Kekuatan :

  1. Harga Terjangkau
  2. Kualitas terjamin
  3. Cita rasa bervariasi
  4. Kemasan berbagai ukuran

Kelemahan :

1.    Manajemen tradisional

2.    Sarana dan prasarana sederhana

3.    Sumberdaya manusia yang  masih rendah pendidikan

4.    Bahan baku Keripik Pisang mudah rusak

Peluang :

1.    Pangsa pasar yang masih luas

2.    Bahan baku yang mudah di dapat

3.    Pesaing besar relatip terbatas

Ancaman :

1.    Munculnya variasi makanan jajanan

2.    Munculnya pesaing baru

  1. Rencana Kebutuhan Pinjaman Modal (Kredit / Pembiayaan)

Untuk melakukan ekspandi dan akselerasi perusahaan akan meningkatkan kapasitas 50 % dari usaha sekarang. Dengan peningkatan kapasitas tersebut diperlukan dana sebesar Rp 200.000.000,-. Saat ini perusahaan telah memiliki dana sebesar Rp 125.000.000,- Jumlah kebutuhan dana tambahan sebesar Rp. 75.000.000,-

Dana pinjaman tersebut akan diangsur selama tiga tahun per bulan. Adapun agunan untuk pinjaman tersebut adalah tanah dan bangunan yang ada di atas tempat usaha.

  1. Penutup

Demikian rencana bisnis yang disusun dalam rangka untuk memenuhi pihak-pihak yang memerlukan dan bagi pemilik sebagai acuan pengembangan bisnis.   Bandar Lampung, 20 Mei 2009

Konsultan Sektor Riil & UMKM

Ir. Deddy Edward, MBA, MM

Bagi Bapak Ibu Saudara-Ku yang ingin memperoleh file sofecopy silahkan email kepada pengasuh blog ini. Terimakasih 

 

Hari Kebangkitan Nasional dan Bangkit UMKM Indonesia

Posted on May 20th, 2009 in Uncategorized | No Comments »

Hari Kebangkitan Nasional dan Mari Bangkit UMKM Indonesia

Membangkitkan Ekonomi Kerakyatan identik dengan membangun UMKM yang memiliki Potensi Pasar sangat besar identik dengan memberi Kesejahteraan kepada Masyarakat banyak.

Indonesia, 20 Mei 2009.  Pada HARKITNAS 20 Mei ini, marilah kita tengok potensi membangun UMKM di Indonesia. Jumlah pelaku usaha Mikro, Kecil dan Menengah terus saja bertambah, hingga saat ini sudah mencapai 50 juta unit usaha, terdiri dari Usaha Mikro 47,7 juta (95,4%), Usaha Kecil 2 juta unit usaha dan Usaha Menengah 120.000 unit, sisanya usaha besar 0,01 persen, sangat kecil sekali. (Ingat teori pareto, ibarat piramida, jumlahnya sedikit namun usahanya besar, dan dominan mengatur ekonomi).  Jumlah UMKM tersebut diyakini akan terus bertambah seiring imbas krisis global menyebabkan industri dan perusahaan besar mem-PHK karyawannya. Jalan pintas bagi mereka (mantan employee/ karyawan) adalah menjadi enterpreneur, masuk ke jalur usaha UMKM menjadi wirausahawan, yang berada pada dunia yang nyaris tanpa batas, siapapun boleh masuk, dan merdeka didalamnya, modal utamanya adalah tekad dan motivasi untuk sukses yang tinggi, demi menghidupi keluarga dan periuk nasi. Bravo UMKM.

Dengan jumlah pelaku UMKM yang sangat besar tersebut. Maka modal yang dibutuhkan UMKM sangat besar. Menurut salah satu tulisan di harian (Republika, 18 Mei 2009), UMKM membutuhkan modal tidak kurang dari Rp. 500 triliun. Menurut penulis, kebutuhan modal UMKM tersebut jauh lebih besar yaitu Rp. 797 triliun.

Mari kita hitung. Pada kenyataannya modal mendirikan 1 (satu) unit Usaha Mikro tidak kurang dari Rp. 10 juta (contohnya usaha warung kopi, sayuran, rokok, counter, wartel, rental, dan home industry, dll). Demikian juga Usaha Kecil membutuhkan modal setidaknya Rp. 100 juta (contohnya warnet, factory outlet mini , dll) sedangkan Usaha Menengah butuh Rp. 1 milyar (contohnya ruko, rukan, moko, outlet, dll). Maka modal yang dibutuhkan UMKM mencapai Rp. 797 triliun (jumlah UMKM dikalikan jumlah kebutuhan modal). Jumlah yang sangat besar. Potensi yang luar biasa untuk dilayani oleh Lembaga Keuangan (bank/non bank).

Angka yang sangat besar sekali. Fantastis.  Asumsi tersebut ada dasarnya, lihatlah pengelompokan UMKM oleh kalangan perbankan (BI dan Bank Umum) selama ini. Usaha Mikro maksimal memperoleh pinjaman kredit/pembiayaan s/d Rp. 50 juta, Usaha Kecil s/d Rp. 500 juta dan Usaha Menengah s/d Rp. 5 milyar, dan diatas Rp.5 milyar untuk usaha besar.  Lihat pula kriteria UMKM menurut Undang Undang No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM.  Pengelompokan UMKM dibagi menurut asset dan omset tahunan.

Bagaimana dengan Realisasi Kredit UMKM dan Perbankan.

Hingga Triwulan IV 2008 net ekspansi kredit Mikro, Kecil dan Menengah (MKM)di Indonesia mencapai Rp. 136 triliun (44%) dari total net ekspansi kredit perbankan sebesar RP. 311,1 triliun (sumber: www.bi.go.id). Net ekspansi kredit UMKM 2008 baru mencapai 17 persen dibandingkan dengan potensi modal yang dibutuhkan UMKM sebesar Rp. 797 triliun. Jumlah porsi kue yang sangat besar sekali untuk digarap oleh lembaga keuangan bank dan non bank.

Peluang Bank Syariah Indonesia bersinergi dengan UMKM

Pada awalnya target pangsa pasar bank syariah di plot sebesar 5 persen tahun 2008, namun hingga November 2008 pangsa pasar baru mencapai 2,08 persen dari total asset Rp. 47 triliun. Bank Indonesia kemudian merivisi target 5 persen tersebut untuk dicapai pada tahun 2010. Bagaimana caranya?

Target pangsa pasar 5 persen bank syariah tahun 2010 menurut penulis akan dapat dicapai apabila bank syariah bersungguh dan fokus menggarap pangsa pasar UMKM, yang pada kenyataannya pada saat ini kue besar UMKM sudah menjadi rebutan Bank Umum (Info Bank Desember 2008). Apalagi saat ini, ditengah kebimbangan Bank Konvensional menurunkan tingkat suku bunga, padahal Bank Indonesia sudah berkali-kali menurunkan tingkat BI rate hingga ke level 7,25 persen. UMKM makin terkendala memperoleh modal akibat tingkat suku bunga bank konvensional yang masih sangat tinggi. Kini saatnya bank syariah ambil peran. Bravo Bank Syariah.

Kemitraan Bank Syariah dan UMKM

Perbankan syariah harusnya serius menjadikan UMKM sebagai pangsa pasar potensial mereka, dan hal ini pasti akan disambut positif oleh pelaku UMKM.  Alasannya sudah jelas, selama ini pelaku UMKM agak setengah hati berhubungan dengan bank konvensional,  karena faktor suku bunga (interest rate) yang terlalu tinggi, berkisar 14 persen.  Padahal suku bunga yang ideal bagi pelaku UMKM maksimal sebesar 8 persen.  UMKM adalah mitra Bank Syariah, karena prinsip-prinsip syariah banyak memberi manfaat dan keuntungan kepada pelaku UMKM (Sambutan Jusuf Kalla, Shariah Fair Sumut, 2007).

Dilain pihak, perbankan syariah menggunakan prinsip bagi hasil (profit sharing) atau mudharabah yaitu akad kerjasama usaha antara dua pihak, pihak bank menyediakan seluruh modal dan pelaku UMKM menjadi pengelola. Keuntungan usaha dibagi menurut kesepakatan yang ada kontrak demikian pula apabila terjadi kerugian.

Dengan menempatkan dana dalam prinsip mudarabah, pemilik dana tidak mendapatkan bunga seperti halnya di bank konvensional, tetapi nisbah bagian keuntungan. Dalam praktiknya, nisbah untuk tabungan berkisar 55 persen s/d 56 persen dari hasil investasi yang dilakukan oleh bank. Dalam hal bank konvensional, angka tersebut kira-kira setara dengan 11 persen s/d 12 persen.

Inilah sisi keuntungan bagi para pelaku UMKM jika mereka menggunakan transaksi syariah yang tidak didapatkan pada transaksi bank konvensional.  Ini adalah jodoh, UMKM menjadi mitra Bank Syariah. Kedua pihak dipastikan saling menangguk keuntungan (simbiosis mutualisme), di mana kalangan perbankan syariah bakal mendapatkan pangsa pasar potensial, sekaligus mencapai target pangsa 5 persen tahun 2010, sementara para pelaku UMKM memperoleh pembiayaan perbankan dengan biaya (cost of fund) rendah dan lunak, serta layanan cepat dan tidak berbelit-belit.

Mari bangkit UMKM Indonesia, Bangkit Bank Syariah Indonesia bersama membangun Ekonomi Kerakyatan di Hari Kebangkitan Nasional. Merdeka.

Deddy Edward Tanjung

0815.1036.0035 deddyedward@gmail.com  & http://usaha-umkm.blog.com

Ingin Modal untuk Usaha Warnet dan Game Online

Posted on May 1st, 2009 in Uncategorized | 3 Comments »

Pertanyaan
pak, saya punya usaha dan saya mau mengembangkan usaha warnet dan game online, tapi saya ingin kredit di bank. Masalahnya saya gak punya yang bisa diagunkan, kecuali kartu jamsostek, atau dari pekerjaan. apa ada bpr yang mau membantu saya, gimana caranya ? 28

Apr 2009, dharono dharonotri@yahoo.co.id

Jawaban:

Bapak Dharono, yang mau mengembangkan warnet dan game on line Untuk memperoleh kredit dari bank, coba Bapak baca artikel prosedur memperoleh kredit yang ada di blog saya umkm. Disitu saya coba jelaskan bagaimana alur memperoleh kredit dari bank. Secara singkat, pertama Bapak harus siapkan dulu RPU, rencana pengembangan usaha, dalam bentuk proposal ringkas rencana warnet dan game online tersebut. Dalam RPU bapak jelaskan bahwa dari berbagai aspek usaha warnet dan geme online layak diusahakan (pasar/konsumennya, teknisnya, managemennya, keuangannya, dll).

Langkah selanjutnya, datang ke bank, minta, pelajari dan isi formulir aplikasi kredit dari bank, lengkapi persyaratan yang diminta oleh bank, seterusnya ikuti saja sesuai alur yang saya tuliskan. Merngenai jaminan, kalau Bapak tidak punya, sekarang ada program KUR kredit usaha rakyat, Bapak bisa baca beberapa artikel terbaru, disitu dijelaskan seluk beluk tentang KUR. Artikel2 tersebut boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan, tidak ada larangan, selama untuk kepentingan UMKM, saya rela dan ikhlas.
 
Secara ringkas program KUR adalah program dari pemerintah untuk membantu UMKM yang baru, sudah feasibel (layak secara usaha) namun belum bankable atau tidak mempunyai agunan. Pelajari secara seksama dan hubungi bank terdekat, kalau bisa Bank BRI, karena Bank BRI fokus kepada UMKM, hampir 80% program KUR disalurkan oleh BRI.

Begitu ya Pak Dharono, semoga penjelasan ini dapat membantu Bapak, suksess untuk Bapak. Cerita lho, kalau ada kendala

Wassalam