Archive for the ‘Rencana Bisnis’ Category

Talk Show UMKM di JJFMRADIO SURABAYA

Posted on November 4th, 2009 in Rencana Bisnis | No Comments »

Talk Show UMKM di JJFMRADIO SURABAYA

Bapak/Ibu/Saudaraku Pelaku UMKM Indonesia

Salam hangat dari saya di Lampung.

Semoga usahanya berjalan lancar, walau banyak tentunya hambatan dan tantangan yang ada di depan, maju terus, fokus menyongsong sukses di depan mata.

Sore ini saya dapat telpon dari pengasuh JJFRRadio di Surabaya untuk meminta saya menjadi nara sumber UMKM berbincang dengan pendengar JJFMRadio yang menjadi pelaku UMKM.  Bagi Bapak Ibu Saudaraku yang punya waktu silahkan tune in di JJFMRadio besok pagi.  Rencananya pukul 08.15 hanya sekitar 15 menit.   Mungkin ada diantara Bapak Ibu Saudara yang ingin mendengarkan suara saya, atau malah ingin berpartisipasi dalam acara Talk Show di Radio JJFMRadio tersebut.

Saya tunggu, Majulah UMKM Indonesia.

Wassalam

Pentingnya Menyusun Rencana Usaha

Posted on October 28th, 2009 in Rencana Bisnis | No Comments »

Pentingnya Menyusun Rencana Usaha

In English : Importance of Developing Business Plan

Rabu, 28 Oktober 2009.

Wahai Para Pemuda – Pemudi Indonesia. Mau mulai usaha?, susunlah terlebih dahulu Rencana Usaha.

copy-of-100_34392Banyak orang yang ingin memulai suatu usaha, namun tidak tahu dari mana memulainya. Hal ini dialami oleh para pemuda yang sudah waktunya terjun ke masyarakat , mau tidak mau harus punya penghasilan. Apalagi yang baru berkeluarga, tentu harus punya penghasilan, untuk makan anak dan isteri. Sementara untuk mendapatkan pekerjaan sebagai karyawan (di pabrik, di mal, di kantor dan tempat lainnya) bukanlah hal yang mudah. Disamping banyak persyaratan yang harus dipenuhi juga harus bersaing dengan pencari kerja lainnya. Alih-alih menganggur, karena “tidak punya pekerjaaan”, katanya.

Kondisi ini juga terjadi pada mantan mahasiswa, atau adik-adikku, anak-anakku yang baru tamat dari kuliah. Ingin memulai usaha, namun bagaimana caranya. Alasan klasik biasanya “Tidak Punya Modal, alias Dana!”. Padahal modal (dana) sekarang bukan lagi masalah utama untuk memulai usaha. Modal utama yang diperlukan adalah : “Apakah Anda Sudah Memiliki Rencana Usaha?” .

Ilustrasi diatas bukan hanya dialami oleh para pemuda, pemudi, mantan mahasiswa, para sarjana baru (fresh graduate). Namun juga dialami oleh para bapak-bapak yang sudah bekerja malang melintang tetapi ingin memiliki usaha, karena kebutuhan harian untuk biaya hidup dan biaya pendidikan semakin meningkat alias membumbung tinggi.

Hal yang sama juga terjadi pada bapak-bapak yang sebentar lagi akan pensiun atau menjelang masuk MPP (masa persiapan pensiun), suka bingung mau usaha apa? Bahkan ada yang ditawari pensiun dini dengan imbalan uang pesangon yang sangat besar (terutama yang bekerja di BUMN), tetapi takut mengambil kesempatan, walaupun akan menerima dana yang besar, yang secara teoritis sangat cukup untuk modal memulai usaha baru. Takut!?

Keyword dari semua ilustrasi diatas adalah “Susun Rencana Usaha”

Apa itu Rencana Usaha? Makhluk Apa Pula Itu?

Rencana usaha menjabarkan apa yang akan dilakukan oleh sebuah usaha, bagaimana dan kapan usaha akan didirikan.. Rencana usaha adalah dokumen paling penting untuk memulai, membangun dan menjadikan usaha berhasil. Rencana adalah alat yang efektif untuk memperoleh modal yang diperlukan untuk mendirikan dan/atau menjalankan usaha. Banyak usaha yang berhasil karena terlebih dahulu memiliki perencanaan dan persiapan usaha. Percayakah Anda?

Tips Menyusun Rencana Usaha.

Ada beberapa tahap yang harus kita lakukan untuk mengasilkan suatu rencana usaha. Terdapat 4 (empat ) tahap yang perlu dilakukan. Tahap Pertama : Mencari Ide Usaha., Tahap Kedua : Mencari Informasi Usaha, Tahap Ketiga : Memulai Usaha, Tahap Keempat: Tindak Lanjut & Pengembangan Usaha.

Tahap mencari ide usaha merupakan tahapan yang sangat krusial dalam rencana usaha. Secara garis besar tahap mencari ide usaha didahului dengan menyeleksi sekian banyak ide-ide usaha yang muncul dan ingin dilaksanakan. Disini Anda perlu melakukan curah ide, curah pendapat atau brain storming ide sebanyak-banyaknya dengan diri sendiri, dengan keluarga, dengan teman dan berbagai pihak lainnya yang bisa diajak diskusi. Jumlahnya bisa puluhan bahkan ratusan, biarkan saja. Siapa Takut!?

Langkah berikutnya ’Menyeleksi Ide Usaha’. Dari sekian banyak ide usaha yang terkumpul, analisa sesuai keahlian pribadi Anda. Maksudnya keahlian praktis yang dimiliki, keahlian manajemen usaha, pengetahuan tentang jenis usaha, kecocokan dengan motivasi, kaitannya dengan pengambilan risiko usaha. Dari sekian banyak ide tersebut sekarang tinggal 5 s/d 10 ide usaha.

Ide usaha tersebut harus diperkuat dengan usaha mencari bantuan, menghadiri pelatihan-pelatihan usaha, mengamati pengusaha yang sukses, mempelajari dokumen usaha yang sejenis. Hasilnya sekarang ada 3 s/d 5 ide usaha.

seleksi-ide-usaha

Langkah berikutnya adalah lakukan analisa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman atau yang dikenal dengan Analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threat). Akhirnya ada satu ide yang terbaik. Merupakan keputusan Ide Usaha yang akan disusun Rencana Usahanya.

Bagaimana pendapat Anda? Berminat menjadi wirausaha? Semoga bermanfaat. Wassalam

Baca dalam Bhs Inggris : Importance of Developing Business Plan

Business Plan

Posted on October 19th, 2009 in Rencana Bisnis | No Comments »

Business Plan

copy-of-100_3438Adalah dokumen yang secara jelas dan ringkas menyatakan tujuan dan sasaran usaha, serta metode yang akan digunakan untuk mencapainya

Kegunaan :

v kegiatan penelitian (bisnis) yg akan dilaksanakan /sedang berjalan tetap pada jalur yg direncanakan

v pedoman untuk mempertajam rencana-rencana yang diharapkan

v alat untuk mencari dana dari pihak ketiga (investor, lembaga keuangan dll)

ISI RENCANA USAHA

• Rencana usaha bagi pemula

• Rencana usaha bagi usaha kecil

• Rencana usaha bagi usaha menengah

Apa Perbedaannya ?

• Business Plan untuk Usaha Pemula didasarkan pada ide usaha dan perkiraan awal pasar, terutama menggunakan perkiraan dan proyeksi keuangan dan bukannya data-data usaha yang sudah ada

• Business Plan untuk Usaha Kecil hampir sama dengan Usaha Pemula. Perbedaannya untuk Usaha Kecil didasarkan pada pengalaman dan periode produksi sebelumnya.

• Business Plan untuk Usaha Menengah, selain didasarkan pada pengalaman dan periode produksi sebelumnya, dibuat lebih lebih lengkap ditambah rencana pengembangan ke depan.

Isi Business Plan Usaha Pemula dan Kecil

v Data Pribadi (Nama lengkap pengusaha, alamat, pendidikan, pengalaman dll.)

v Profil Usaha (Jenis rencana kerja/usaha, bentuk hukum, tahun rencana usaha, lokasi)

v Studi Pasar (Pesaing dan Pemasok)

v Rencana Produksi (Produksi dan penjualan, mesin/perlengkapan, keb. bahan baku, utilitas/infrastruktur, tenaga kerja, biaya administratif dan penjualan)

v Perkiraan Biaya (Modal tetap dan Modal Kerja)

v Pembiayaan ( Dana sendiri dan kredit)

v Laporan Laba Rugi

Isi Business Plan Usaha Menengah

v Ringkasan Eksekutif

v Penjualan dan pemasaran

v Produksi

v Organisasi dan Manajemen

v Rencana Keuangan

Detil Business Plan Usaha Menengah

Lembaran Judul

Ringkasan Eksekutif

– Penjelasan singkat tentang usaha

– Profil singkat wirausahawan

– Kontribusi usaha bagi ekonomi

1. Penjualan dan pemasaran

1.1. Penjelasan produk

1.2. Pesaing

1.3. Lokasi usaha

1.4. Area pasar

1.5. Konsumen utama

1.5. Perkiraan total permintaan

1.6. Perkiraan pangsa pasar

1.7. Harga jual

1.8. Perkiraan penjualan

1.9. Strategi pemasaran

1.10. Anggaran pemasaran

2. Produksi

2.1. Aset tetap yang dibutuhkan

2.2. Jangka waktu aset tetap dan proses produksi

2.3. Pemeliharaan dan perbaikan aset tetap

2.4. Sumber perlengkapan

2.5. Syarat dan ketentuan pembelian perlengkapan/alat

2.6. Lokasi dan tata letak pabrik

2.7. Bahan mentah yang dibutuhkan

2.8. Biaya dan ketersediaan bahan mentah

2.9. Ketersediaan tenaga kerja

2.10. Biaya tenaga kerja

2.11. Biaya tambahan pabrik

2.12. Total biaya produksi

2.13. Kapasitas yang direncanakan (setidaknya 3 tahun)

3. Organisasi dan Manajemen

3.1. Bentuk usaha

3.2. Struktur organisasi

3.3. Pengalaman usaha dan kualifikasi wirausahawan

3.4. Aktivitas pra-produksi

3.5. Biaya pra-produksi

3.6. Perlengkapan kantor yang dibutuhkan

3.7. Biaya administratif

4. Rencana Keuangan

4.1. Biaya dan Penerimaan proyek

4.2. Pemenuhan kebutuhan dana

4.3. Laporan laba rugi

4.4. Laporan arus kas

4.5. Neraca

4.6. Analisa titik impas

4.7. Pengembalian investasi (ROI)