Program KKMB untuk Membantu UMKM

edo23Bagi rekan-rekan yang sudah berkecimpung di sektor perikanan dan kelautan yang ingin terjun sebagai Konsultan KKMB terbuka peluang menjadi KKMB dengan menghubungi Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan di Kabupaten/Kota dan Provinsi untuk ikut dapat program pelatihan KKMB. Biasanya program pelatihan KKMB dilaksanakan satu kali dalam setahun di setiap provinsi. Untuk jelasnya silahkan hubungi dan tanya kepada Dinas DKP terkait.

Hal ini sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama antara Bank Indonesia dengan Departemen Kelautan dan Perikanan untuk mengembangkan KKMB Sektor keluatan dan perikanan yang memiliki potensi besar namun belum banyak tersentuh oleh kalangan perbankan. Perjanjian Kerjasama ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM khususnya sektor kelautan dan perikanan.

Bank Indonesia (BI) dan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) membuat perjanjian kerja sama tentang pengembangan Konsultan Keuangan/ Pendampingan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Mitra Bank (KKMB) dan Penyusunan Buku Pola Pembiayaan Produk/ Jasa bidang Kelautan dan Perikanan. Penandatanganan perjanjian itu dilakukan Deputi Gubernur BI S Budi Rochadi dan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP, Rabu (26/8/2009).

Demikian disampaikan Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Dyah NK Makhijani, dalam yang dirilis oleh Konsultan Sektor riil dan UMKM (9/9/2009) “Perjanjian kerja sama ini merupakan pelaksanaan kesepakatan bersama DKP dengan BI pada 14 April 2009 lalu,” terangnya.

Dalam pelaksanaannya, akan dilakukan kerja sama pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan KKMB bidang kelautan dan perikanan dalam menyusun studi kelayakan usaha dan proposal kredit bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Program KKMB diharapkan dapat membantu kalangan UMKM yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan dalam memperoleh akses terhadap layanan perbankan.

“KKMB yang terlatih diharapkan segera membina UMKM bidang kelautan dan perikanan, menjadikan mereka bankable, mampu memperoleh kredit perbankan yang dibutuhkan, serta menjaga kelancaran pengembaliannya,” jelas S Budi Rochadi usai penandatanganan kerja sama, seperti dilutis Dyah.

Selain itu, melalui perjanjian juga dilakukan kerjasama penyusunan buku pola pembiayaan produk/jasa bidang kelautan dan perikanan, sebagai panduan bagi pihak yang memerlukan, termasuk perbankan dalam penyaluran pembiayaan di sektor kelautan dan perikanan.

BI menjelaskan, pangsa pembiayaan perbankan kepada UMKM sektor pertanian (termasuk sub-sektor perikanan) sampai saat ini baru mencapai 3,3 persen dari total pembiayaan perbankan kepada UMKM yang mencapai Rp 700,8 triliun pada Juni 2009.

”Pemberdayaan KKMB bidang kelautan dan perikanan yang dilakukan dalam kerja sama ini akan menjembatani hubungan yang saling menguntungkan antara UMKM dan bank,” tutur Dyah.

Pengembangan UMKM melalui pelatihan KKMB telah dilakukan BI sejak 2003 lalu. Selain itu juga telah dilakukan proyek percontohan lembaga pelatihan UMKM di Bandung, Surabaya, Jakarta, Semarang, Banjarmasin, dan Makassar. Kemudian menginisiasi pembentukan Satuan Tugas Daerah (Satgasda) KKMB di berbagai provinsi yang beranggotakan pemda, perbankan dan BI setempat.

”Sejak 2005 hingga semester I 2009 telah dilakukan pelatihan kepada 3.217 KKMB, dengan akumulasi pencairan kredit melalui KKMB sebesar Rp 1,2 triliun yang melibatkan 1.448 kantor bank dengan jumlah UMKM sebesar 50.114 usaha,” papar Dyah. (http://usaha-umkm.blog.com)

Dukungan Bank Indonesia dalam pengembangan UMKM, kata dia, juga dilakukan melalui program lainnya. Antara lain linkage program antara BPR dan bank umum, fasilitator bantuan pihak luar dalam pengembangan UMKM di Indonesia, bazar intermediasi perbankan dengan UMKM, fasilitasi pembentukan pilot project klaster UMKM, serta pembentukan Data Informasi Bisnis Indonesia (DIBI).

“Sementara untuk penyusunan pola pembiayaan (lending model), sampai dengan tahun 2008, Bank Indonesia telah menyusun pola pembiayaan 103 komoditi, termasuk 30 komoditi bidang kelautan dan perikanan,” pungkasnya. (de)