PROSEDUR KREDIT (2) - Prosedur Memperoleh Kredit

Posted on April 16th, 2009 in Uncategorized | Comments Off

Alur Proses Memperoleh Pinjaman Kredit

Bapak/Ibu/Saudaraku para pelaku usaha Mikro, Kecil dan Menengah dimanapun berada.  Assalamua’laikum wr wb. Salam Sejahtera.
Untuk memenuhi banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada kami, pengasuh blog, ini tentang Bagaimana Proses Memperoleh Pinjaman Kredit dari Bank Konvensional  ataupun  pinjaman pembiayaan dari Bank Syariah. Berikut disampaikan Alur Proses tersebut.

Langkah 1. Susunlah terlebih dahulu RPU, Rencana Pengembangan Usaha
Langkah 2. Datanglah ke Bank, minta dan isilah Formulir Aplikasi Kredit/Pembiayaan
Langkah 3. Lengkapi persyaratan yang diminta Bank
Langkah 4. Serahkan semua dokumen ke Bank (RPU, Formulir Aplikasi, Persyaratan)
Langkah 5. Tunggu dan Tanya konfirmasi kepada Bank atas langkah 4, bila belum ok lengkapi sesuai permintaan Bank
Langkah 6. Analisa Kredit/Pembiayaan oleh Bank atas aspek 5 C (bankable)
Langkah 7. Bank akan melanjutkan dengan Analisa Keuangan, atas Laporan yang ada di RPU.
Tunggu dan Tanya Bank, bagaimana keputusan mereka, belum ok, tanya apa lagi yang harus disempurnakan.

 

 

 

 

 

Langkah 1

Menyusun RENCANA PENGEMBANGAN USAHA (RPU)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tugas Pengusaha UMKM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Langkah 2

Menigisi Formulir Aplikasi Kredit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Melengkapi Persyaratan

 

 

 

 

Langkah 3

Data Historis Perusahaan

 

Tidak

 

 

 

 

Data Proyeksi

 

 

 

 

 

Data Jaminan

 

 

 

 

REVISI

 

 

 

 

 

 

Persyaratan Lengkap ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ya

 

 

 

 

Langkah 4

Penyerahan Dokumen Ke Bank / Lembaga Keuangan

 

 

 

 

 

 

 

Tugas           Bank / Lembaga Keuangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Konfirmasi Data / Dokumen

 

 

 

Langkah 5

Tidak

 

 

 

 

 

 

 

 

Persyaratan Lengkap ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ok

 

 

Langkah 6

Analisa Kredit Kelayakan 5 C

 

 

 

 

 

 

 

Langkah 7

Analisa Keuangan

 

 

 

 

 

 

 

REVISI

Tidak

Ok ?

 

 

 

 

 

Tidak

 

Ya

 

 

STOP

 

Persetujuan Kredit

 

 

 

 

 

 

 

Langkah PERTAMA : Menyusun Rencana Pengembangan Usaha  (RPU). 

Isi RPU adalah menyangkut

1)    informasi /profil usaha,

2)    aspek teknis dan produksi,

3)    aspek pasar dan pemasaran,

4)    aspek keuangan (finansial),

5)    aspek hukum, aspek lingkungan,

6)    dan aspek sosial ekonomi.

Masing masing aspek agar dianalisa secara ringkas dan yakinkan bahwa semua aspek dalam kondisi yang baik (layak) istilahnya layak diusahakan (feasible) RPU disusun dalam bentuk Proposal Ringkas dan di jilid (bundel) yang rapih

 Langkah KEDUA : Mengisi Formulir Aplikasi Kredit.

Formulir aplikasi kredit bisa diperoleh dari BANK, temui petugas pada bagian kredit bank, dan utarakan maksud dan tujuan pengembangan usaha, petugas akan meminta Bapak Ibu mengisi Formulir Aplikasi Kredit.

Langkah KETIGA :  Melengkapi Persyaratan

Persyaratan yang perlu dilengkapi seperti :

1)    Data Historis Perusahaan

2)    Data Proyeksi

3)    Data Jaminan

Data tersebut diatas dapat dicuplik dari Formulir Identifikasi Usaha, lihat artikel-artikel sebelumnya dalam webblog ini, kalau tidfak ketermu silahkan menghubungi kami, terimakasih

Langkah Ke EMPAT : Penyerahan Dokumen ke Bank

Dilakukan apabila Bapak Ibu Saudara sudah merasa yakin bahwa dokumen dokumen tersebut (RPU + Mengisi Formulir + Data Persyaratan) sudah benar-benar lengkap.  Jangan sungkan untuk bertanya dan berkomunikasi dengan petugas Bank atau dengan penulis.

Langkah Ke Lima : Bank Akan Melakukan Pemerikasaan Data dan Konfirmasi Kelengkapan Data

Apabila masih ada data dan dokumen yang belum lengkap, bank akan mengembalikan atau meminta Bapak IBU Saudara untuk melengkapinya.  Apabila sudah lengkap bank akan meneruskan pada langkah ke Enam

Langkah Ke Enam : Analisa Kredit

Bank akan melakukan Analisa Kredit. Faktor yang dianalisa adalah istilah 5 C, yaitu  tentang Character, Capacity, Colaterral, Capital dan Condition.  Istilah 5 C ini adalah untuk menandakan bahwa usulan yang Bpk Ibu Sdr berikan kepada bank, mereka sebut BANKABLE (sudah sesuai dengan persyaratan bank).

Secara ringkas pengertian istilah tersebut adalah

1)    Character, untuk melihat riwayat kredit/pinjaman sebelumnya, apakah lancar. Apabila ada yang macet (seperti kredit sepeda motor- kartu kredit, bahkan pinjaman barang di toko elektronik, bisa menghalangi permohonan Bpk Ibu Sdr).  Saran kami, jika ada pinjaman yang bermasalah, agar diselesaikan dahulu, karena semua tercatat di komputer setiap bank, ke bank manapun kita coba pasti akan ketahuan). Bank juga akan mengamati karakter Bpk Ibu Sdr saat diskusi atau wawancara.  Jujurlah apa adanya, pernyataan harus konsisten, tidak berbelit belit.

2)    Capacity,  sama pengertiannya dengan kapasitas Bpk Ibu Sdr, apakah Bpk Ibu Sdr mempunyai kapasitas untuk menjalankan usaha yang diajukan kepada bank. Termasuk kapasitas usaha yang sedang berjalan.

3)    Colateral, atau disebut barang jaminan atau barang agunan.  Jelaskan daftar barang jaminan atau agunan yang sudah diberikan kepada bank.  Bank biasanya akan melakukan cek ulang ke lapangan. Siapkan dokumen-dokumen copy dan aslinya bila se wakatu waktu bank ingin melihat. Jenis jaminan biasa berupa barang tidak bergerak atau yang bergerak, seperti tanah, bangunan, mesin, kendaraan. dll

4)    Capital, adalah modal atau dana yang Bpk Ibu Sdr miliki.  Biasanya bank tidak mau 100 % membiayai kredit atau pinjaman nasabah. Yang normal biasanya bank akan memberi kredit sebesar 70 % dari kebutuhan modal.  Sehingga capital yang Bpk Ibu Sdr miliki akan dihitung oleh bank

5)    Condition, diartikan sebagai kondisi atau keadaan perekonomian secara keseluruhan, apakah sektor usaha yang diajukan sedang bergairah atau sedang dalam krisis. 

Kira-kira pengertian 5 C seperti diatas, kalau semua baik, bank akan sebut usaha Bpk Ibu Sdr sebagai usaha yang sudah bankable.

Langkah ke Tujuh : Analisa Finasial

Berdasarkan data keuangan yang Bpk Ibu Sdr berikan, berupa neraca, laporan laba/rugi dan laporan keuangan lainnya. Lihat artikel (3) dalam blog ini.

Bila Oke à Persetujuan Kredit

Bila Belum Oke à Bpk Ibu Sdr Revisi Ulang

SELESAI

SEMOGA BERMANFAAT

ALUR PROSES MEMPEROLEH KREDIT

Posted on April 15th, 2009 in Uncategorized | No Comments »









        Langkah 1

Menyusun RENCANA PENGEMBANGAN USAHA (RPU)

           
       
           
  Tugas Pengusaha UMKM                  
  Langkah 2

Menigisi Formulir Aplikasi Kredit

   
           
   

Melengkapi Persyaratan

     
  Langkah 3 Data Historis Perusahaan  

Tidak

   
    Data Proyeksi      
    Data Jaminan      
 

REVISI

         
 

Persyaratan Lengkap ?

       
       
      Ya    
    Langkah 4

Penyerahan Dokumen Ke Bank / Lembaga Keuangan

           
  Tugas           Bank / Lembaga Keuangan                    
   

Konfirmasi Data / Dokumen

   
  Langkah 5

Tidak

 
         
   

Persyaratan Lengkap ?

         
     
      Ok  
  Langkah 6

Analisa Kredit Kelayakan 5 C

 
         
  Langkah 7

Analisa Keuangan

 
         
 

REVISI

Tidak

Ok ?

 
   
    Tidak   Ya  
 

STOP

 

Persetujuan Kredit

           

Penjelasan dari setiap langkah dapat dilihat pada artikel yang sama pada Prosedur Memperoleh Kredit
Semoga Bermanfaat
Sukses UMKM Indonesia

ANALISA FINANSIAL (3) – PROSEDUR MEMPEROLEH KREDIT

Posted on April 15th, 2009 in Uncategorized | No Comments »

Rasio-rasio keuangan yang sering digunakan untuk analisis keuangan calon debitur adalah :

Liquidity ratio (rasio likuiditas), digunakan untuk mengukur likuiditas perusahaan, antara lain:

  • Current Ratio : aktiva lancar dibagi dengan pasiva lancar. Rasio ini menggambarkan kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar (rata-rata 2,50 kali)
  • Cash Ratio : kas ditambah sekuritas dibagi pasiva lancar. Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar hutan yang segera dipenuhi dengan kas dan sekuritas (rata-rata 1,00 kali)

 

Leverage ratio adalah rasio untuk mengukur seberapa jauh aktiva yang dibiayai dari hutang:

  • Debt Ratio : total hutang dibagi dengan asset. Gambaran dari seluruh kebutuhan dana yang dibiayai dengan hutang atau berapa modal sendiri dibanding dengan hutang (rata-rata 33%)
  • Debt to Equity : total hutang dibanding dengan equity. Setiap modal sendiri yang menjamin seluruh hutang.
  • Times Interest Earned : profit before taxes + interest charges disbanding dengan interest charges.Rasio ini memberikan gambaran besarnya keuantungan untuk menjamin pembayaran bunga hutang (rata-rata 8,00 kali)

 

Activity ratio adalah rasio untuk mengukur seberapa jauh efektivitas perusahaan dalam mengelola sumber-sumber keuangan:

  • ITO (inventory turn over) : sales dibanding dengan inventory. Untuk mengetahui dana yang tertanam dalam persediaan barang berputar dalam suatu periode tertentu (rata-rata 9 kali)
  • A.C.P : Receiveable dibandingkan dengan sales per day. Adalah rasio untuk mengetahui lama penagihan piutang (rata-rata 20 hari)
  • Total Asset Turn Over : Sales disbanding dengan Total Aset. Adalah rasio untuk mengetahui perputaran dari seluruh kekayaan (rata-rata 2 kali)
  • Working Capital Turn Over : Sales dibandingkan dengan Current assets dikurangi Current Liabilities. Merupakan rasio untuk menunjukkan perputaran dari modal kerja dalam 1 tahun.

 

Profitability ratio adalah rasio untuk menunjukkan hasil akhir yang dicapai manajemen dari setiap kebijakan dan keputusannya:

  • Profit Margin Ratio : Profit after taxes dibanding sales. Rasio yang dapat menggambarkan hasil yang dicapai oleh setiap kebijakan dan keputusan manajemen (rata-rata 5%).
  • Return on Assets : Net Profit After Taxes disbanding dengan total asset. Rasio yang menunjukkan kemampuan modal yang ditanam secara keseluruhan untuk menghasilkan keuntungan (rata-rata 10%).
  • Return on Equity : Net Profit After Taxes dibanding Equity. Rasio yang dapat menunjukkan kemampuan modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan (rata-rata 15%)